Kaltimdaily.com, Kutim – Isu soal beras oplosan belakangan ini bikin warga Kutai Timur (Kutim) agak was-was. Tapi tenang aja, Pemkab Kutim langsung turun tangan buat ngecek kondisi lapangan.
Walaupun stok beras di daerah ini dipastikan aman, masih ada PR besar yang harus diberesin, mulai dari pasokan yang masih tergantung daerah lain, harga yang gampang naik-turun, sampai usulan biar Kutim punya Harga Eceran Tertinggi (HET) sendiri.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Zubair, bilang hasil pertemuan bareng agen sama distributor nunjukin kalau beras Kutim yang beredar masih aman dan terjaga kualitasnya.
“Dari keterangan agen dan distributor besar, dipastikan tidak ada praktik beras oplosan di Kutim. Kemudian ke depannya nanti kita mengupayakan bagaimana supaya oplosan itu tidak terjadi,” jelasnya.
Distribusi beras juga disebut masih lancar, dengan pasokan yang datang dari Jawa dan Sulawesi karena harga di sana lebih bersaing.
“Insyaallah stok beras di Kutim aman,” tambah Zubair.
Cuma masalahnya, produksi beras lokal di Kutim masih kecil banget. Dari laporan sementara, cuma ada sekitar 170 ton padi per tahun. Angka itu jelas nggak cukup buat nutupin kebutuhan makan masyarakat sehari-hari.
“Kita nggak mungkin bisa swasembada penuh, tapi setidaknya produksi lokal harus meningkat,” pesannya.
Kalau kondisi ini dibiarkan, Kutim bakal terus ketergantungan sama daerah lain buat kebutuhan beras.
Makanya, Pemkab dorong supaya petani lokal bisa lebih produktif, entah lewat bantuan teknologi, pupuk, atau pendampingan intensif. Harapannya, beras Kutim bisa lebih mandiri dan harga di pasaran jadi lebih stabil.
Ke depan, Pemkab Kutim juga berencana bikin strategi khusus biar pasar beras tetap sehat.
Salah satunya lewat pengawasan ketat dan kerjasama erat sama para distributor, supaya isu beras oplosan nggak sampai masuk ke Kutim. Dengan cara ini, masyarakat tetap bisa tenang soal kualitas beras yang dikonsumsi.
Kalau langkah-langkah ini sukses, bukan cuma warga yang diuntungkan, tapi juga petani lokal yang bisa lebih sejahtera.
Beras Kutim pun bisa jadi produk unggulan daerah kalau terus dikembangkan dengan serius.
Harapannya, Kutim ke depan bukan cuma dikenal sebagai daerah tambang, tapi juga sebagai penghasil beras berkualitas dari Kalimantan Timur. (*)











