banner-sidebar
Samarinda

Inflasi Samarinda Terkendali, Wawali Perkuat Pengawasan Harga

Avatar
695
×

Inflasi Samarinda Terkendali, Wawali Perkuat Pengawasan Harga

Share this article
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemerintah Samarinda terus memperkuat langkah pengendalian inflasi di daerah. Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri secara daring pada Selasa, 5 Mei 2026.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, yang menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga, termasuk dalam skala kecil. Pemerintah daerah diminta aktif melakukan intervensi, salah satunya melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga stabilitas harga.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Kota Samarinda segera menggelar rapat internal bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Berdasarkan data April 2026, inflasi Samarinda tercatat sebesar 0,11 persen secara bulanan dan 2,92 persen secara tahunan, yang menunjukkan kondisi masih relatif terkendali.

Meski demikian, Pemkot Samarinda tetap meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah komoditas strategis, terutama beras dan minyak goreng. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga yang dapat dipicu oleh gangguan distribusi, termasuk antrean bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Selain pengawasan, pemerintah juga mendorong optimalisasi penyerapan hasil panen petani lokal. Upaya ini difokuskan untuk menstabilkan harga komoditas hortikultura seperti cabai yang kerap mengalami fluktuasi di pasar.

Sebagai bagian dari intervensi langsung, Pemkot Samarinda akan menggelar Gerakan Pangan Murah mulai 8 Mei 2026 di wilayah Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Saefuddin Zuhri menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam menjaga stabilitas harga di Samarinda. Ia mengingatkan agar setiap potensi kenaikan harga dapat segera diantisipasi melalui langkah konkret di lapangan.

Ke depan, Pemkot Samarinda akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga. Monitoring rutin juga akan ditingkatkan untuk mendeteksi potensi gangguan distribusi sejak dini.

Selain itu, partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung upaya pengendalian inflasi di Samarinda. Kesadaran untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan penimbunan diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasar.

Dengan berbagai langkah strategis yang dijalankan, Samarinda optimistis mampu menjaga inflasi tetap terkendali. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih