FokusNasional

Harta Sahroni Rp 328 M Jadi Sorotan Usai Rumahnya Rusuh di Tanjung Priok

Avatar
887
Harta Sahroni. Ft by Ist

Harta Sahroni Jadi Sorotan, Rumah Megah & Mobil Mewahnya Ludes Saat Massa Mengamuk

Kaltimdaily.com, Nasional – Drama panas pecah di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (30/8/2025), gara-gara ucapan kontroversial anggota DPR RI Ahmad Sahroni. Politikus NasDem itu sebelumnya nyeletuk soal desakan pembubaran DPR sebagai “mental tolol”, dan ucapan itulah yang langsung bikin publik tersulut emosi.

Ribuan warga kemudian ngepung rumah pribadi Sahroni di Jalan Swasembada Timur XXII, Kebon Bawang. Suasana mendadak mencekam, massa nggak cuma teriak-teriak tapi juga merusak hingga menjarah barang-barang mewah di dalam rumahnya. Koleksi mobil pribadi Sahroni jadi sasaran utama. Salah satunya, Lexus RX 450h+ seharga Rp 1,87 miliar, hancur berantakan jadi besi tua.

Nama Harta Sahroni langsung jadi topik panas. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Februari 2025, Sahroni punya total kekayaan Rp 328,91 miliar. Dari jumlah itu, ada 19 aset tanah & bangunan senilai Rp 139 miliar, plus 28 mobil mewah Rp 38 miliar. Koleksi mewah yang biasanya jadi simbol gaya hidup elite, kali ini malah balik jadi pemicu amarah rakyat.

Kericuhan makin panas setelah isu beredar kalau Sahroni kabur ke Singapura begitu pernyataannya dikritik habis-habisan. Publik makin kesal, apalagi Partai NasDem juga langsung resmi menonaktifkan dirinya dari jabatan.

Aksi di Tanjung Priok ini jelas nunjukin betapa dalamnya rasa kecewa rakyat terhadap elite politik. Rumah megah plus koleksi kendaraan mewah yang dulu dipamerkan justru jadi sasaran pelampiasan. Warga merasa tersakiti bukan cuma karena kata-kata Sahroni, tapi juga karena kesenjangan hidup yang makin terasa.

Sampai sekarang, masyarakat masih nunggu Sahroni muncul untuk bertanggung jawab. Bahkan, isu protes atas ucapannya disebut mulai melebar ke berbagai daerah. Peristiwa ini jadi alarm keras bahwa omongan pejabat yang meremehkan rakyat bisa memicu ledakan sosial besar.

Kasus ini juga makin menegaskan kalau Harta Sahroni yang fantastis ternyata nggak bisa jadi tameng dari amarah publik. Justru, kekayaannya bikin warga makin merasa jauh dengan wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan aspirasi mereka.

Pada akhirnya, kasus Sahroni jadi pelajaran pahit buat semua pejabat. Masyarakat sekarang lebih kritis, lebih berani bersuara, dan nggak segan menegur langsung kalau ada ucapan atau sikap yang dianggap menyakiti. Kalau pejabat nggak hati-hati, bisa aja kepercayaan publik runtuh dalam sekejap. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version