Kaltimdaily.com, Kutim – Kudungga Run Festival 2025 yang berlangsung di Stadion Kudungga, Sangatta, pada Sabtu (13/9/2025) malam menjadi momentum penting bagi masyarakat Kutai Timur (Kutim). Di hadapan lebih dari 1.500 peserta, Wakil Bupati (Wabup) Kutim Mahyunadi menyampaikan kabar gembira bahwa dua perusahaan tambang berkomitmen menanamkan investasi di daerah tersebut.
Dalam acara yang juga dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, termasuk Komandan Lanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, unsur Forkopimda, Kepala Dispora Kutim Basuki Isnwan, serta Ketua KONI Kutim Rudi Hartono, Wabup Mahyunadi menegaskan bahwa hadirnya investasi ini akan membuka peluang kerja luas bagi masyarakat lokal.
“Ini adalah kesempatan emas. Dengan adanya dua perusahaan baru, lapangan pekerjaan akan semakin terbuka. Saya berharap warga Kutim dapat memanfaatkan momentum ini,” ungkap Mahyunadi.
Optimisme tersebut didukung dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Peraturan ini mengatur kewajiban perusahaan untuk mempekerjakan minimal 80 persen tenaga kerja lokal, sementara 20 persen sisanya dapat berasal dari luar daerah. Mahyunadi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengawal secara ketat implementasi aturan tersebut.
“Peraturan ini dirancang untuk melindungi dan memberdayakan tenaga kerja Kutai Timur. Setiap investasi yang masuk wajib memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan,” tegasnya.
Selain dukungan terhadap sektor investasi, Pemkab Kutim juga menunjukkan perhatian pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Wabup mengumumkan kebijakan penurunan tarif retribusi bagi pedagang di kawasan Taman Venus, Bukit Pelangi. Jika sebelumnya pedagang harus membayar Rp1,5 juta per bulan, kini tarif tersebut diturunkan menjadi Rp300 ribu.
“Kami ingin UMKM bisa berkembang dengan lebih baik. Dengan retribusi yang lebih ringan, diharapkan usaha mereka dapat berjalan lebih lancar,” jelas Mahyunadi.
Kehadiran investasi besar di sektor tambang yang diiringi dengan kebijakan keringanan retribusi UMKM diyakini akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kutim. Mahyunadi menutup sambutannya dengan penuh keyakinan bahwa Kutai Timur tengah memasuki babak baru pembangunan yang lebih inklusif dan sejahtera.
Langkah Pemkab Kutim dalam menjaga keseimbangan antara investasi skala besar dan pemberdayaan UMKM mencerminkan strategi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan mengutamakan tenaga kerja lokal serta memberikan ruang tumbuh bagi pelaku usaha kecil, Kutim berpotensi menjadi daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berkeadilan sosial.
Ke depan, masyarakat Kutim diharapkan dapat mengambil bagian secara aktif dalam setiap peluang yang hadir. Baik dari sektor tambang maupun UMKM, peran serta warga akan menjadi faktor kunci dalam mewujudkan cita-cita bersama: Kutai Timur yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (*)











