Trump Umumkan Deal Dagang Gokil Sama Filipina dan Indonesia
Kaltimdaily.com, Internasional – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ngumumin kesepakatan dagang bareng Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan juga sama Indonesia.
Nggak tanggung-tanggung, keduanya sepakat buat ngasih tarif 19% buat semua barang dari Filipina dan Indonesia yang masuk ke Amerika.
Tapi sebaliknya, barang-barang asal Amerika yang dikirim ke sana free alias nggak kena tarif sama sekali.
Pengumuman ini disampaikan Trump abis ketemuan langsung sama Marcos Jr. di Gedung Putih.
“Pertemuan yang indah, dan kita sukses nyelesain trade deal,” tulis Trump di medsos pribadinya, Truth Social. Tapi ya gitu, belum jelas juga apakah mereka beneran tanda tangan resmi atau cuma sepakat lisan aja, karena detailnya minim banget kayak biasanya.
Kesepakatan ini jadi yang kelima dalam 3 bulan terakhir. Tapi lucunya, perjanjian sebelumnya kayak sama Vietnam juga masih misteri detailnya.
Pemerintahan Trump keliatannya lagi ngubah strategi, dari yang sebelumnya ngejar kuantitas, sekarang fokus ke kualitas deal.
Trump juga bikin heboh karena sempat ngancem tarif gede-gedean sampe 50% buat negara-negara yang nggak mau deal sebelum 1 Agustus.
Tapi ya pasar kayaknya cuek bebek. Bahkan sebelumnya, produk dari Filipina sempat kena tarif 17%, dan pernah diancam naik jadi 20% kalau nggak cepet-cepet deal.
Tahun lalu aja, AS impor barang dari Filipina senilai USD 14 miliar, mayoritas elektronik, makanan olahan, dan mesin.
Sebaliknya, AS ekspor barang senilai USD 9 miliar ke Filipina.
Sementara itu, Trump juga ngumumin deal serupa dengan Indonesia minggu lalu, dan hari Selasa kemarin detailnya mulai diumumin. Presiden Indonesia Prabowo Subianto juga disebut langsung dalam pernyataan resmi Trump.
Kesepakatannya nggak cuma soal tarif 19% doang. Indonesia setuju buat hapus pajak digital kayak iklan di streaming & medsos, terus nggak perlu lagi inspeksi ribet buat barang ekspor asal AS, yang katanya selama ini nyusahin petani buat ekspor.
Lebih dari itu, Indonesia juga sepakat buat ikutin standar keselamatan kendaraan ala AS dan ngebuka akses ekspor mineral penting.
Produk dari Indonesia sebelumnya sempet kena tarif 32%, tapi akhirnya ditunda. Saat ini, tarif minimum buat Indonesia adalah 10% dan akan berakhir 1 Agustus nanti.
Tahun lalu, AS impor barang dari Indonesia senilai USD 28 miliar, mayoritas baju dan sepatu. Sementara ekspor ke Indonesia senilai USD 10 miliar, didominasi oleh minyak, gas, dan hasil pertanian kayak biji-bijian.
Dengan langkah-langkah agresif ini, Trump jelas ingin menunjukkan kekuatan negosiasinya di panggung global, apalagi jelang pemilu yang makin dekat.
Strategi dagang ini nggak cuma soal ekonomi, tapi juga pesan politik buat lawan-lawan politiknya di dalam negeri.
Sekarang tinggal tunggu aja, apakah kesepakatan ini bakal berjalan lancar atau malah bikin ketegangan baru di pasar global.
Yang jelas, nama Donald Trump lagi-lagi jadi pusat perhatian dunia karena gaya bicaranya yang blak-blakan dan keputusan ekonominya yang kontroversial. (*)











