Kaltimdaily.com, Kutim – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa hingga pertengahan Januari 2026, belum ada laporan resmi mengenai kasus super flu di wilayah tersebut. Meskipun isu ini ramai dibicarakan di media sosial dan pemberitaan kesehatan nasional, pihak Dinas Kesehatan Kutim terus memantau perkembangan situasi. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan terkait kasus super flu yang diterima oleh instansi kesehatan setempat.
“Belum ada laporan terkait hal ini. Jika ada informasi atau laporan resmi terkait super flu, kami akan segera menyampaikannya kepada masyarakat,” ujar Yuwana dalam keterangan pers terbaru.
Super flu, menurut Yuwana, memiliki gejala yang serupa dengan influenza musiman yang biasanya muncul saat musim hujan atau perubahan cuaca. Namun, keluhan yang ditimbulkan bisa lebih berat. Beberapa gejala yang umum ditemukan pada penderita super flu antara lain demam tinggi di atas 38,5 derajat Celsius disertai menggigil, batuk kering yang berlangsung lama, nyeri otot, sakit tenggorokan, serta sakit kepala. Dalam kasus yang lebih serius, gejala bisa berkembang menjadi sesak napas atau nyeri dada.
Yuwana juga menjelaskan bahwa super flu ini mirip dengan flu yang pernah muncul sebelumnya, seperti flu Hong Kong, sebelum pandemi Covid-19. Oleh karena itu, langkah pencegahan yang disarankan pun tidak jauh berbeda dengan influenza biasa. Salah satu tindakan pencegahan utama adalah penggunaan masker, terutama bagi mereka yang sering bepergian, baik dari luar daerah maupun luar negeri.
Selain itu, menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin mengonsumsi vitamin menjadi sangat penting. “Memperbaiki daya tahan tubuh sangat penting,” tambah Yuwana.
Super flu diketahui menyebar melalui udara, mirip dengan flu musiman, terutama melalui percikan air liur yang keluar saat penderita batuk atau bersin. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat hingga Desember 2025, sudah tercatat 62 kasus super flu di Indonesia, yang pertama kali terdeteksi pada Agustus 2025.
Meskipun kasus super flu belum ditemukan di Kutim, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti anjuran yang diberikan oleh pihak kesehatan. Mengingat tingkat penyebarannya yang cepat, penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Pemantauan yang lebih intensif akan terus dilakukan oleh pihak berwenang, guna mencegah penyebaran penyakit ini jika suatu saat terjadi di Kutai Timur. (*)











