Kaltimdaily.com, Berau – Penggunaan kendaraan dinas milik Dinas Kesehatan Bontang kembali menjadi perhatian publik. Sebuah mobil operasional terlihat berada di kawasan wisata Labuan Cermin, Kecamatan Bidukbiduk, Kabupaten Berau, saat periode libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Kendaraan tersebut merupakan minibus jenis Toyota Hiace dengan identitas “Pemerintah Kota Bontang, Dinas Kesehatan”. Keberadaannya di lokasi wisata terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh pengunjung dan beredar luas di masyarakat.
Berdasarkan informasi yang beredar, kendaraan dinas Dinkes Bontang itu terlihat hendak memasuki area parkir menuju dermaga Labuan Cermin pada Senin, 23 Maret 2026, sekitar pukul 10.41 WITA. Waktu tersebut bertepatan dengan hari ketiga setelah perayaan Idulfitri.
Kepala Dinkes Bontang, Bachtiar Mabe, menegaskan bahwa tidak ada penugasan resmi kepada pegawai selama masa libur Lebaran, termasuk penggunaan kendaraan dinas untuk perjalanan ke luar daerah. Ia memastikan aktivitas tersebut bukan bagian dari agenda kedinasan.
Ia menjelaskan bahwa kendaraan tersebut digunakan oleh Sekretaris Dinkes, Cahyo. Namun demikian, pihaknya tidak mengetahui secara detail tujuan perjalanan tersebut. Disebutkan pula bahwa sejumlah kendaraan dinas memang dipercayakan kepada pejabat struktural untuk digunakan dengan tanggung jawab masing-masing.
Menurut Bachtiar, penggunaan kendaraan dinas pada prinsipnya diperbolehkan dalam kondisi tertentu, dengan catatan seluruh biaya operasional, seperti bahan bakar, ditanggung oleh pengguna. Bahkan, dalam situasi tertentu, kendaraan juga dapat dipinjamkan kepada pihak lain melalui persetujuan internal instansi.
Meski begitu, penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan wisata dinilai tidak sesuai dengan fungsi utamanya. Apalagi sebelumnya Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, telah mengingatkan seluruh aparatur sipil negara agar tidak memanfaatkan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi, khususnya selama masa libur Lebaran.
Kebijakan tersebut menegaskan bahwa kendaraan dinas hanya diperuntukkan bagi kegiatan resmi pemerintahan, termasuk agenda silaturahmi antarinstansi. Kemunculan kendaraan Dinkes Bontang di lokasi wisata pun memicu pertanyaan publik terkait kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Bontang untuk menjaga integritas dan disiplin dalam penggunaan fasilitas negara. Pengawasan internal yang lebih ketat dinilai diperlukan guna mencegah potensi penyalahgunaan aset daerah.
Selain itu, transparansi dalam pengelolaan kendaraan dinas Dinkes Bontang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dengan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, penggunaan fasilitas negara dapat tetap tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik di tengah publik. (*)

















