Berau

Dermaga Teluk Sulaiman dan Jembatan Baru Hadir untuk Peningkatan Ekonomi Berau

Avatar
963
Peresmian. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Berau – Pemerintah Kabupaten Berau meresmikan sejumlah infrastruktur strategis di Kecamatan Biduk-Biduk pada Selasa (13/1/2026). Infrastruktur yang diresmikan meliputi Dermaga Teluk Sulaiman, Jembatan Sei Sumbang, dan Jembatan Sei Bataan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas wilayah pesisir dan mendukung distribusi logistik serta pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa pembangunan dermaga dan jembatan tersebut lebih dari sekadar menciptakan bangunan fisik. Ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Berau.

Infrastruktur yang dihadirkan diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi masyarakat pesisir yang sangat bergantung pada sektor kelautan dan perikanan.

Menurut Sri Juniarsih, Dermaga Teluk Sulaiman akan menjadi pusat pergerakan ekonomi hasil laut di Biduk-Biduk. Dermaga ini diharapkan mendukung perdagangan antardaerah, baik itu untuk wilayah lain di Kalimantan Timur maupun Sulawesi Tengah.

Ia juga mengungkapkan bahwa dermaga ini merupakan bagian dari sembilan proyek strategis Kabupaten Berau, yang dibangun secara bertahap dari 2020 hingga 2025 dengan total investasi mencapai Rp54,3 miliar. Pendanaan untuk proyek ini bersumber dari APBD Berau serta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Dermaga Teluk Sulaiman dirancang untuk melayani kapal dengan kapasitas lebih dari 1.000 gross ton. Fasilitas ini mendukung aktivitas bongkar muat barang dan mobilitas penumpang, serta berpotensi mengoperasikan kapal feri dan kapal perintis seperti Sabuk Nusantara. Hal ini akan memperlancar arus barang dan meningkatkan aksesibilitas wilayah pesisir Berau.

Selain dermaga, keberadaan Jembatan Sei Bataan dinilai sangat strategis dalam memperlancar akses antara Biduk-Biduk dan Kutai Timur.

Dengan terbukanya jalur ini, arus barang, jasa, dan wisata di kawasan pesisir diperkirakan akan semakin meningkat. Bupati Berau juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng, menjelaskan bahwa Dermaga Teluk Sulaiman dibangun dengan desain khusus yang mampu bertahan terhadap kondisi ekstrem dan risiko gempa.

Infrastruktur ini dirancang memiliki usia pakai hingga 50 tahun, mengingat Biduk-Biduk berada di kawasan rawan gempa Palukoro dan Sangkulirang.

Kepala Dinas PUPR Berau, Fendra Firnawan, menambahkan bahwa Jembatan Sei Bataan dibangun dengan anggaran Rp23,1 miliar, dengan panjang 55 meter dan lebar 7 meter. Adapun Jembatan Sei Sumbang dibangun dengan biaya Rp14,8 miliar, panjang 40 meter, dan lebar 3,5 meter.

Kedua jembatan ini diharapkan tidak hanya menjadi penghubung wilayah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi serta simbol kemajuan bagi masyarakat pesisir Berau.

Pembangunan infrastruktur ini menunjukkan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Berau dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan adanya dermaga dan jembatan baru, Biduk-Biduk dan sekitarnya diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi yang lebih terhubung dengan daerah lain, mendorong perdagangan, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga infrastruktur ini juga akan berperan besar dalam keberhasilan jangka panjang pembangunan daerah. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version