Kaltimdaily.com, Bola – Bhayangkara Presisi Lampung FC dan PSM Makassar bertemu dalam laga pekan kedua BRI Super League 2025/26 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (16/8/2025). Pertandingan ini berakhir dengan skor 1-1, dengan PSM Makassar lebih dulu unggul lewat penalti Lukas Dias pada menit ke-41. Namun, Bhayangkara berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-52 lewat penalti Ilija Spasojevic, setelah Moises dilanggar di kotak terlarang.
Pelatih Bhayangkara, Paul Munster, memuji semangat timnya meski mengakui bahwa serangan dari umpan silang dan umpan pendek belum mampu menghasilkan gol kedua. Pertandingan yang dihadiri oleh 6.713 penonton ini berlangsung sangat ketat, dengan kedua tim saling bertahan hingga pertandingan berakhir tanpa gol tambahan.
Pelatih PSM, Bernardo Tavares, mengungkapkan kekagumannya pada atmosfer pertandingan yang luar biasa dan semangat suporter Bhayangkara, yang ternyata banyak hadir meskipun sebelumnya kabar mengatakan minim pendukung. Namun, Tavares juga menyesalkan keputusan wasit, terutama penalti Bhayangkara yang menurutnya tidak pantas. Ia juga mengkritik insiden handball yang tidak terlihat oleh wasit dan insiden tendangan kung fu yang menurutnya layak mendapatkan kartu merah.
Tavares juga memberikan perhatian pada kondisi lapangan yang dinilai keras dan tidak rata, yang dinilai menghambat jalannya pertandingan. Meskipun kecewa, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengajukan laporan resmi terkait kinerja wasit, karena keputusan-keputusan seperti itu sudah menjadi hal biasa dalam budaya sepak bola di Indonesia. Setelah laga ini, kedua tim akan kembali fokus untuk pertandingan berikutnya, bertekad untuk meraih hasil yang lebih baik. (*)











