Kaltimdaily.com, Kutai Timur – Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalimantan Timur di bawah koordinasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur melakukan sejumlah pekerjaan persiapan menghadapi arus mudik Lebaran di ruas jalan Muara Wahau – Batas Kabupaten Berau/Kutai Timur.
Berbagai pekerjaan pemeliharaan dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama periode mudik. Penanganan tersebut meliputi penambalan lubang jalan, pengendalian tanaman di bahu jalan, pembersihan saluran drainase, hingga pemasangan rambu-rambu peringatan bagi pengguna jalan.

Saat ini pekerjaan berada dalam paket Preservasi Jalan dan Jembatan Muara Wahau – Batas Berau serta Kelay – Labanan dengan nilai kontrak sekitar Rp11,5 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Penanganan efektif sepanjang 1,6 kilometer terdiri dari rehabilitasi mayor sepanjang 600 meter dan rehabilitasi minor sepanjang 1 kilometer.
Kondisi kemantapan jalan di ruas Simpang 3 Muara Wahau – Batas Kabupaten Berau/Kutim saat ini tercatat sekitar 90,92 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi sekitar 94,24 persen pada akhir 2026.
Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada pembangunan dan normalisasi saluran drainase di lokasi penanganan. Hingga saat ini, pekerjaan saluran telah mencapai panjang sekitar 1.500 meter.
Setelah pekerjaan saluran rampung, perbaikan badan jalan melalui pengaspalan direncanakan dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri. Langkah ini diambil untuk menghormati perayaan Lebaran sekaligus menghindari gangguan terhadap arus mudik masyarakat.
Ruas jalan Simpang 3 Muara Wahau – Batas Berau merupakan bagian dari jalan nasional yang menjadi jalur logistik lintas selatan sekaligus penghubung antara Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau. Dengan panjang sekitar 48,49 kilometer dari Simpang 3 PDC hingga gerbang perbatasan kabupaten, ruas ini juga menjadi salah satu jalur yang dilalui pemudik.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 BBPJN Kaltim, Syafrizal Haris, mengatakan berbagai pekerjaan pemeliharaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan nyaman dilalui masyarakat selama periode mudik Lebaran.
“Kami melakukan sejumlah penanganan seperti penambalan lubang, pengendalian tanaman, pembersihan saluran, serta pemasangan rambu peringatan agar kondisi jalan lebih aman dilalui. Harapannya H-10 Lebaran ruas ini sudah bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas di jalur tersebut, terutama dengan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang di sepanjang ruas jalan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan mudik dan selalu memperhatikan rambu-rambu peringatan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.(*)









