Kaltimdaily.com, Teknolohi – IBM makin serius nunjukin kalau mereka gak main-main soal transformasi smart manufacturing. Pada 20 Agustus 2025 kemarin, mereka ngadain tur kedua Industry 4.0 Studio di Changi Business District, Singapura. Acara ini jadi ajang buat nunjukin gimana teknologi AI, hybrid cloud, edge computing, sampai AR (augmented reality) bisa langsung dipake di dunia manufaktur modern.
Peserta yang ikutan tur ini langsung dikasih pengalaman nyata. Mereka nyobain smart glasses plus sistem vision berbasis AI buat ngecek kondisi peralatan. Jadi kalau ada kerusakan, alat itu bisa langsung deteksi, verifikasi, dan nyambungin data real-time ke pusat. Keren banget, karena ada fitur remote assist, teknisi lapangan bisa dibimbing langsung sama expert dari jauh.
Biar makin terasa power teknologi, IBM juga nunjukin demo operasional dengan AI Insight buat maintenance. Misalnya lewat IBM Maximo Application Suite dan watsonx, panel surya bisa dipantau terus. Begitu ada masalah yang bikin daya turun, drone otomatis langsung terbang buat inspeksi. Data hasil inspeksi lalu diproses pakai Maximo Visual Inspection Edge, terus keluar rekomendasi perbaikan via Watson Assistant. Ada juga cobot yang dipake buat inspeksi DIMM memory, bisa nemuin lebih dari 15 cacat sekaligus—jadi kualitas produksi lebih aman.
Gak cuma di pabrik, teknologi IBM juga bikin pengalaman pelanggan jadi makin asik. Mereka nunjukin robot otonom di Mandai Wildlife Reserve yang bisa ngobrol pakai bahasa manusia. Robot ini pake small language models (SLMs) dan Watson Assistant, jadi interaksinya ringan, hemat daya, tapi tetep personal. Bayangin aja, pengunjung bisa nanya arah, info perjalanan, atau sekadar rekomendasi tempat, semua dijawab real-time.
Buat yang belum tahu, Industry 4.0 Studio ini pertama kali dikenalin IBM di Singapura tahun 2021 barengan sama Samsung, M1, dan dukungan IMDA. Tujuannya emang jadi lab inovasi buat ngetes teknologi keren mulai dari jaringan 5G, edge computing, AI, sampai AR. Karena sukses, konsep ini sekarang udah dikembangin juga ke Amerika Serikat dan bakal terus diperluas.
Tur kedua ini makin negesin kalau IBM hadir dengan empat pilar Industry 4.0—Inspiration, Innovation, Information, dan Intelligence. Kombinasi teknologi AI plus Watson Assistant bikin IBM makin kokoh jadi pemain utama dalam revolusi manufaktur digital yang lebih efisien, terkoneksi, dan berkelanjutan.
Perjalanan IBM di dunia teknologi jelas bukan cuma sekadar jargon. Mereka bener-bener kasih bukti kalau inovasi bisa nyatu dengan industri. Dari pabrik, energi terbarukan, sampai layanan publik, semua dapat sentuhan digital cerdas yang bikin kerjaan lebih cepat, aman, dan tepat sasaran.
Ke depan, transformasi ini bakal makin ngebuka peluang baru. Dunia industri gak cuma dituntut buat adopsi teknologi, tapi juga harus siap beradaptasi dengan cara kerja yang lebih smart. Dengan gebrakan kayak gini, jelas banget kalau IBM lagi ngebentuk standar baru buat masa depan teknologi global. (*)











