Kaltimdaily.com, Samarinda- Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur bergerak cepat menindaklanjuti meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di ruas Simpang Perdau–Muara Lembak–Sangkulirang dan Akses Pelabuhan Maloy. Sejumlah pekerjaan perbaikan dan peningkatan keselamatan jalan kini dipercepat untuk meminimalkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Kalimantan Timur, Musa Partogi, mengatakan pihaknya turut prihatin atas kecelakaan yang terjadi, khususnya insiden yang menimbulkan korban jiwa di wilayah Bengalon.

“Kami mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia, khususnya yang terjadi di Bengalon. Kami telah melakukan inventarisasi terhadap permasalahan yang menjadi kewenangan kami dan sudah melakukan penanganan retakan badan jalan yang berada di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.
Selain perbaikan kondisi jalan, BBPJN Kaltim juga melakukan penambahan rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan, termasuk pada ruas Akses Pelabuhan Maloy yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
“Untuk kecelakaan yang terjadi di ruas Akses Pelabuhan Maloy, kami juga sudah menambahkan kembali rambu-rambu agar pengguna jalan lebih terinformasi dan dapat melintas dengan lebih aman,” tambahnya.
Menurut Musa, pemasangan rambu keselamatan menjadi salah satu fokus utama meski saat ini masih menggunakan rambu sementara. Hal tersebut karena dalam paket pekerjaan yang berjalan belum tersedia program khusus untuk pemasangan rambu lalu lintas permanen.
Meski demikian, pihaknya memastikan pembaruan rambu peringatan dan pita pembatas akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada lokasi-lokasi yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kami senantiasa memasang rambu di lokasi-lokasi tertentu, antara lain pada area yang mengalami longsoran maupun titik rawan lainnya. Kendalanya, rambu non permanen sering mengalami kerusakan bahkan hilang dalam beberapa hari. Namun kami tetap berupaya melakukan pembenahan dan pembaruan secara periodik agar pengguna jalan dapat melintas dengan aman,” jelasnya.
BBPJN Kaltim juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat seluruh program penanganan infrastruktur di wilayah tersebut, mulai dari rehabilitasi jalan, penanganan longsoran, perbaikan kerusakan jalan hingga pemeliharaan jembatan.
Pekerjaan tersebut diharapkan dapat selesai sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur penghubung kawasan pesisir Kutai Timur tersebut.
“Kami akan terus berupaya keras agar seluruh program penanganan jalan dan jembatan dapat terlaksana tepat waktu sesuai rencana. Kami juga mengharapkan dukungan semua pihak agar pekerjaan di ruas Simpang Perdau–Muara Lembak–Sangkulirang maupun Akses Pelabuhan Maloy dapat berjalan lancar dan hasilnya segera dinikmati masyarakat,” tegas Musa.
Percepatan penanganan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara di salah satu koridor logistik penting di Kalimantan Timur yang menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, serta pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat.(*)



