Kaltimdaily.com, SANGATTA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur tidak hanya berfokus mengejar target penyelesaian pekerjaan preservasi ruas Bontang–Sangatta–Simpang Perdau, tetapi juga mengoptimalkan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaannya.
Melalui paket pekerjaan yang ditangani PPK 2.2 BBPJN Kaltim, masyarakat sekitar, khususnya dari Kabupaten Kutai Timur, dilibatkan dalam berbagai pekerjaan konstruksi. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun.
Salah satu pekerjaan yang banyak menyerap tenaga kerja lokal adalah pembangunan drainase jalan. Infrastruktur pendukung tersebut menjadi komponen penting untuk menjaga ketahanan badan jalan dari genangan maupun aliran air hujan yang berpotensi mempercepat kerusakan aspal.
Di lapangan, para pekerja lokal terlihat mengerjakan pemasangan pasangan batu drainase di sepanjang sisi jalan dengan harapan sistem pembuangan air dapat berfungsi optimal ketika ruas jalan telah selesai dikerjakan.
PPK 2.2 BBPJN Kalimantan Timur, Khanif Ashar, mengatakan pelibatan masyarakat sekitar merupakan bagian dari komitmen BBPJN Kaltim agar pembangunan infrastruktur memberikan manfaat langsung bagi daerah tempat proyek dilaksanakan.
“Target kami memang menyelesaikan pekerjaan sesuai mutu, waktu, dan biaya yang telah ditetapkan. Namun, kami juga ingin proyek ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, kami mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja lokal pada pekerjaan yang memungkinkan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh warga sekitar,” ujarnya.
Menurut Khanif, kehadiran pekerja lokal juga memberikan keuntungan dari sisi kualitas pekerjaan karena mereka memiliki kedekatan dengan wilayah yang dibangun.
“Masyarakat yang terlibat tentu memiliki rasa memiliki terhadap jalan ini. Mereka memahami kondisi lingkungan setempat dan memiliki kepedulian agar hasil pekerjaan benar-benar berkualitas karena nantinya jalan tersebut juga akan mereka gunakan setiap hari,” katanya.
Selain membuka lapangan pekerjaan bagi warga Kutai Timur, proyek ini turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan. Warung makan, toko kelontong, pedagang kopi, hingga pemasok bahan kebutuhan pokok merasakan peningkatan aktivitas ekonomi seiring berlangsungnya proyek.
Khanif menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari panjang jalan yang selesai dikerjakan, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan bagi masyarakat.
“Kami berharap pembangunan ruas Bontang–Sangatta–Simpang Perdau tidak hanya meningkatkan konektivitas dan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Inilah yang menjadi semangat kami dalam setiap pelaksanaan pekerjaan, yakni membangun infrastruktur sekaligus memberdayakan potensi lokal,” tuturnya.
Saat ini, pekerjaan preservasi di ruas Bontang–Sangatta–Simpang Perdau terus dipercepat agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Dengan keterlibatan tenaga kerja lokal, proyek tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang andal, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Kutai Timur.(*)



