Kaltimdaily.com, AI – India lagi serius banget ngejar mimpi jadi raksasa baru di dunia AI. Salah satu yang lagi kenceng dorong arah ini adalah Himanshu Tyagi, profesor dari Indian Institute of Science (IISc) Bengaluru sekaligus pendiri startup AI bernilai miliaran dolar bernama Sentient.
Menurut Tyagi, kunci biar India bisa punya kedaulatan teknologi ada di jalur open-source. Soalnya, kalau negara berkembang cuma ngikutin inovasi dari raksasa teknologi Amerika atau Tiongkok, bisa-bisa mereka cuma jadi penonton di era baru ekonomi berbasis kecerdasan buatan.
Startup besutannya, Sentient, sekarang udah tembus valuasi sekitar 1,2 miliar dolar AS. Perusahaan ini dianggap salah satu pemain AI lokal paling menjanjikan. Tyagi percaya, kalau ekosistem teknologi terus dikuasai perusahaan Barat yang sistemnya tertutup, ketergantungan India bakal makin dalam. Karena itu, dia yakin pendekatan berbasis open-source jauh lebih adil. Dengan cara ini, komunitas global, termasuk negara berkembang, bisa ikut ngerasain manfaat perkembangan AI generasi selanjutnya.
India sendiri punya modal gede: jumlah talenta teknologi yang terus nambah tiap tahun. Banyak banget insinyur dan peneliti AI lahir dari sana. Potensi demografi ini, kata Tyagi, harus diolah maksimal biar India bisa bangun ekosistem riset yang lebih mandiri, tanpa harus selalu ngikutin langkah negara lain.
Isu soal kedaulatan teknologi juga makin panas karena sekarang banyak perusahaan besar yang nguasain kontrol AI dunia. Tyagi ngingetin, kalau India nggak ambil langkah serius, mereka bisa stuck jadi konsumen pasif. Padahal, lewat open-source, negara berkembang bisa punya akses lebih luas ke teknologi yang biasanya cuma dikuasai pihak Barat.
Gerakan India lewat pengusaha kayak Tyagi bikin peta AI global makin seru. India nggak mau cuma jadi pasar, tapi pengen juga ikut jadi pemain inti dalam perkembangan artificial intelligence. Dengan strategi terbuka, India punya peluang bikin model kolaborasi yang ngasih manfaat lebih rata, baik buat negara maju maupun negara berkembang.
Kalau strategi ini berjalan lancar, India bisa banget muncul sebagai kekuatan baru dalam persaingan AI global. Lebih dari itu, India juga bisa nunjukin kalau pembangunan teknologi nggak harus eksklusif, tapi bisa inklusif dan bermanfaat luas.
Ke depan, langkah India ini bisa jadi inspirasi buat negara lain yang pengen lepas dari ketergantungan pada raksasa teknologi dunia. Dengan modal sumber daya manusia yang melimpah dan visi berani di sektor AI, India punya kesempatan emas buat bikin gebrakan global. Kalau sukses, India bukan cuma dikenal sebagai konsumen, tapi bakal dicatat sejarah sebagai salah satu pionir AI dunia. (*)











