Internasional

Rusia Resmi Keluar dari Perjanjian INF, Dunia Waspada!

Avatar
1299
Nuklir Rusia. Ft by AP

Rusia Out dari INF! Perjanjian Nuklir Sama Amerika Resmi Ditinggalin

Kaltimdaily.com, Internasional – Hubungan Rusia sama negara-negara Barat makin panas.

Terbaru, Moskow resmi ngumumin kalau mereka cabut dari Perjanjian INF (Intermediate-Range Nuclear Forces) yang udah ditandatangani bareng Amerika Serikat sejak 1987.

Perjanjian ini awalnya ngeblok penggunaan rudal nuklir jarak pendek dan menengah. Tapi sekarang? Udah gak berlaku lagi buat Rusia.

Keputusan ini diambil karena Rusia ngerasa gerak-gerik NATO makin bikin gak aman. Mereka bilang ancaman langsung terhadap keamanan negara udah gak bisa diabaikan.

Apalagi Presiden AS, Donald Trump, makin ngegas belakangan ini dengan ngirim dua kapal selam nuklir ke area dekat wilayah Rusia. Bikin tensi internasional makin ngeri.

Kementerian Luar Negeri Rusia ngasih pernyataan yang intinya bilang bahwa semua alasan buat tetap ikut aturan INF udah gak relevan.

“Barat makin aktif tingkatin kemampuan rudal yang justru bikin stabilitas dunia goyah,” kata pernyataan itu, yang dikutip dari Russia Today.

Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, juga ikut angkat suara.

Dia secara blak-blakan nyalahin NATO sebagai biang kerok Rusia mundur dari moratorium nuklir.

Medvedev, yang sekarang duduk sebagai Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia, juga sempat “ribut” sama Trump di medsos.

Katanya, “Lawan-lawan kami harus siap sama kenyataan baru. Tunggu aja langkah kami berikutnya.”

FYI, Amerika sebenarnya udah keluar duluan dari INF tahun 2019. Alasan mereka waktu itu sih, katanya Rusia gak patuh.

Tapi sejak saat itu, Rusia sempat janji gak bakal deploy rudal-rudal itu asal AS juga gak ngelakuin hal serupa. Tapi sekarang, kondisi berubah. Rusia bilang langkah AS dan NATO udah kelewat batas.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, bahkan sempat bilang kalau tindakan AS di Asia-Pasifik dan Eropa udah masuk kategori “destabilisasi”.

Makanya Rusia ngerasa wajar kalau mereka juga siap-siap deploy rudal berbasis darat jarak menengah. Perjanjian INF yang dulunya dibuat sama Gorbachev dan Reagan pun sekarang tinggal sejarah.

Yang bikin ngeri, Medvedev yang dulu sempat dianggap reformis dan moderat, sekarang berubah jadi salah satu sosok paling vokal dan agresif dalam urusan luar negeri Rusia.

Gak heran kalau banyak yang ngira konflik skala besar bisa makin dekat kalau dua negara bersenjata nuklir ini terus-terusan adu strategi kayak gini.

Melihat situasi yang makin panas, banyak analis bilang dunia bisa kembali ke masa-masa Perang Dingin versi baru.

Ketegangan antara Rusia dan Barat, khususnya AS, kayaknya bakal terus meningkat kalau gak ada yang turun tangan buat mediasi serius.

Langkah Rusia keluar dari INF ini jadi sinyal jelas bahwa mereka siap main keras kalau keamanan nasional dianggap terancam. Pertanyaannya sekarang: apakah dunia siap menghadapi eskalasi konflik nuklir di abad digital ini? (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version