FokusSports / Gaming

Relawan Karhutla Nurdin Meninggal Usai Padamkan Kebakaran di Barito Kuala, Ambulans Telat Tiba

Avatar
920
Rumah duka Nurdin di Banjarmasin. Ft by Detik

Kaltimdaily.com, Fokus –  Seorang relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bernama Nurdin meninggal dunia usai bertugas memadamkan kebakaran di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, pada Rabu (21/10/2026). Korban mengembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah sebelumnya mengeluhkan sesak napas dan nyeri pada bagian dada.

Berdasarkan keterangan Amat, rekan satu tim relawan karhutla, kondisi Nurdin awalnya terlihat prima tanpa tanda-tanda gangguan kesehatan. Perubahan baru terdeteksi ketika Nurdin berjibaku memadamkan kobaran api di kawasan belakang Kantor Kecamatan Handil Bakti.

Di tengah tugas pemadaman, Nurdin mulai mengeluhkan nyeri pada bagian dada. Amat segera menyuruh korban menghentikan aktivitas dan beristirahat. Para relawan karhutla kemudian memberikan pertolongan pertama menggunakan alat bantu oksigen portabel, namun keluhan nyeri dada tidak kunjung mereda.

Karena kondisi terus memburuk, tim relawan karhutla memutuskan membawa Nurdin ke rumah sakit terdekat. Para relawan sempat menunggu kedatangan ambulans, tetapi kendaraan medis tersebut tidak kunjung tiba. Untuk mempercepat penanganan, mereka akhirnya menggunakan mobil BPK sebagai moda transportasi darurat.

Sepanjang perjalanan menuju fasilitas kesehatan, kondisi Nurdin terus menurun. Korban berulang kali mengeluhkan rasa sakit di dada dan sempat kehilangan kesadaran beberapa kali, sebelum akhirnya dapat dibangunkan kembali oleh rekan-rekannya.

Situasi semakin genting ketika Nurdin mengalami kejang-kejang di dalam kendaraan. Amat mengungkapkan, korban sempat mencengkeram tubuhnya sambil kembali menyampaikan keluhan nyeri dada. Para relawan karhutla terus berupaya memberikan pertolongan hingga kendaraan tiba di rumah sakit.

Meski telah mendapatkan penanganan medis, nyawa Nurdin tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia di fasilitas kesehatan tersebut.

Peristiwa ini menjadi kabar duka bagi komunitas relawan karhutla di wilayah Barito Kuala. Insiden tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemantauan kondisi fisik petugas di lapangan, terutama ketika menghadapi kebakaran yang berpotensi memicu risiko kesehatan akut.

Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab medis pasti kematian Nurdin. Keluhan nyeri dada dan gangguan pernapasan yang dialami korban sebelum meninggal masih memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan faktor pemicunya.

Kepergian Nurdin di tengah tugas kemanusiaan memperlihatkan betapa rentannya risiko keselamatan yang dihadapi relawan karhutla setiap musim kebakaran tiba. Mereka bekerja di lingkungan penuh asap, paparan panas ekstrem, dan medan sulit tanpa jaminan fasilitas medis yang memadai di lokasi. Kondisi ini menjadikan setiap relawan karhutla berpotensi mengalami kelelahan fisik, gangguan pernapasan, hingga komplikasi kesehatan yang berujung fatal apabila tidak tertangani dengan cepat dan tepat.

Pemerintah daerah serta instansi terkait perlu meninjau ulang standar kesehatan dan keselamatan kerja untuk relawan karhutla, mulai dari ketersediaan tim medis siaga, alat oksigen portabel, hingga jalur evakuasi darurat yang andal. Kebijakan penempatan ambulans pada setiap titik api strategis juga menjadi langkah antisipatif yang tidak boleh lagi ditunda, mengingat frekuensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan yang cenderung tinggi setiap musim kemarau.

Kepergian Nurdin meninggalkan pelajaran berharga bahwa semangat juang di lapangan tidak boleh berjalan tanpa perlindungan sistemik. Menghormati jasa para relawan karhutla berarti memastikan mereka pulang dengan selamat setiap kali tugas usai dijalankan. Tanpa jaminan keselamatan yang nyata, peringatan duka seperti ini berisiko terulang dan menambah daftar panjang pengorbanan yang sebetulnya bisa dicegah apabila sistem bekerja sebagaimana mestinya. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version