Kaltimdaily.com, Kaltim – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur lagi tancap gas buat ngebangun infrastruktur di daerah-daerah yang selama ini masih tertinggal dan sulit diakses, salah satunya Jalan Kubar-Mahulu. Proyek ini jadi salah satu solusi buat ngurangin kesenjangan antarwilayah di Bumi Etam, terutama buat warga yang tinggal di perbatasan dan daerah pedalaman.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan kabar baik soal progres jalan penghubung antara Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu). Sampai awal Juli 2025 ini, pembangunan fisiknya udah nyentuh angka 40 persen. Dari empat kontraktor yang dilibatkan, dua di antaranya udah mulai kerja di lapangan, sementara dua sisanya lagi sibuk nyiapin material.
“Dari empat kontraktor yang terlibat, dua udah mulai kerja, dua lagi masih proses penyediaan material,” kata Seno Aji.
Meskipun belum rampung sepenuhnya, Seno yakin jalan Kubar-Mahulu ini bakal kelar akhir 2025 nanti. Secara jalur, udah tembus sih—tinggal nunggu proses pengerasan dan pengecoran supaya kualitas jalannya makin mantap dan tahan lama.
Buat ngejar target tersebut, Pemprov Kaltim udah siapin dana segar sebesar Rp 200 miliar dari APBD 2025. Anggaran ini disalurkan khusus buat mempercepat penyelesaian jalan tersebut dan membuka akses warga Mahulu yang selama ini masih serba terbatas.
“Pembangunan jalan ini penting banget buat membuka isolasi wilayah dan mempercepat pemerataan pembangunan di daerah-daerah tertinggal, terutama yang ada di perbatasan,” lanjutnya.
Kalau pembangunan ini sukses sesuai target, bukan cuma akses yang makin gampang, tapi roda ekonomi warga Mahulu juga pasti makin kencang. Bayangin aja, distribusi logistik, layanan kesehatan, sampai pendidikan bisa lebih cepat dijangkau lewat jalur darat tanpa harus nunggu kiriman via sungai atau udara.
Proyek Jalan Kubar-Mahulu ini jadi bukti kalau pemerataan pembangunan di Kalimantan Timur bukan cuma janji. Dengan kerja bareng pemerintah, kontraktor, dan dukungan masyarakat, harapannya jalan ini bisa jadi pembuka masa depan yang lebih cerah buat warga pedalaman. (*)



