Kaltimdaily.com, Balikpapan – Komisi IX DPR mengajukan desakan untuk membentuk tim khusus yang bertugas mempercepat realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balikpapan. Program ini masih terhambat meskipun sudah ada target untuk melayani 68 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun, dari target tersebut, hanya 10 yang terealisasi, sementara 58 lainnya masih tertunda. Ketua Komisi IX DPR, M. Yahya Zaini, menilai bahwa progres program ini sangat lambat, sehingga perlu ada langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian SPPG yang tertunda.
Yahya Zaini mengungkapkan bahwa lambatnya perkembangan ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sistem operasional yang tidak efisien, kurangnya jumlah verifikator, serta terbatasnya tim survei. Selain itu, tahapan yang harus dilalui, seperti peninjauan, survei, pembangunan, hingga operasionalisasi, turut memperlambat prosesnya. Dalam hal ini, Yahya menegaskan bahwa peran DPR lebih pada pengawasan dan bukan sebagai verifikator.
Untuk mengatasi masalah ini, Komisi IX mengusulkan pembentukan tim khusus yang dapat fokus untuk memantau serta mempercepat penyelesaian 58 SPPG yang tertunda. Selain itu, Komisi IX juga menyarankan penambahan sekitar 200 personel yang akan mendukung proses ini agar kekurangan sumber daya manusia dapat segera diatasi. Dengan adanya tim khusus yang difokuskan pada program MBG, diharapkan semua target dapat tercapai pada Oktober, mengingat tahap pembangunan diperkirakan hanya memakan waktu sebulan.
Melihat pentingnya program Makan Bergizi Gratis bagi kesejahteraan masyarakat, terutama di Balikpapan, pembentukan tim khusus ini menjadi sangat krusial. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat dengan kebutuhan gizi yang layak, sehingga percepatan realisasi program akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesehatan warga.
Selain itu, langkah ini juga memperlihatkan komitmen pemerintah dan DPR dalam memastikan bahwa setiap program yang ada dapat berjalan dengan optimal. Dalam beberapa bulan mendatang, dengan adanya tim khusus yang bekerja secara lebih efektif, diharapkan masyarakat Balikpapan bisa merasakan manfaat nyata dari program MBG, yang tentunya akan membantu mengurangi masalah gizi buruk di daerah tersebut. (*)











