Kaltim

Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi, Pertamax dan Pertamax Turbo Lebih Murah

Avatar
799
Pertamax. Ft by ist

Kaltimdaily.comPT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai 1 Agustus 2026. Penyesuaian harga berlaku untuk produk Pertamax Series setelah sebelumnya mengalami kenaikan pada Juni lalu.

Penurunan harga BBM non-subsidi ini dilakukan di tengah mulai meredanya tekanan harga minyak dunia yang sebelumnya dipengaruhi gejolak geopolitik dan konflik di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan daftar harga terbaru, Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp15.950 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.

Adapun penurunan terbesar terjadi pada Pertamax Turbo. Produk BBM beroktan tinggi tersebut kini dijual Rp18.300 per liter, atau turun Rp1.000 dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp19.300 per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga dilakukan sesuai ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kondisi ekonomi masyarakat.

“Penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat,” ujar Kitty dalam keterangan resminya, Jumat (1/8).

Menurut Kitty, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pertamina menjaga ketersediaan dan keberlanjutan pasokan energi nasional di tengah dinamika pasar energi global.

Sementara itu, Pertamina belum melakukan penyesuaian harga untuk produk solar non-subsidi. Pertamina Dex masih dipasarkan dengan harga Rp21.150 per liter, sedangkan Dexlite tetap berada di level Rp19.700 per liter.

Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat pengguna Pertamax Series sekaligus menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis energi dan daya beli konsumen di tengah fluktuasi harga minyak dunia. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version