Kaltimdaily.com, IKN – Masjid Ibu Kota Nusantara (Masjid IKN) akan dilengkapi fasilitas perpustakaan sebagai bagian dari pengembangan fungsi masjid di kawasan Ibu Kota Nusantara. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), serta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
Kolaborasi lintas lembaga tersebut bertujuan memperkuat peran Masjid IKN tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat literasi, pendidikan, serta pengembangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Kehadiran perpustakaan di Masjid IKN diharapkan mampu menghidupkan budaya membaca sekaligus memperkuat tradisi kajian keislaman di lingkungan masjid negara.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menegaskan bahwa kerja sama antara berbagai lembaga sangat penting agar pengembangan perpustakaan di Masjid IKN dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan. Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi sarana penting untuk meningkatkan literasi masyarakat di kawasan Ibu Kota Nusantara.
Ia menjelaskan, Masjid IKN dirancang sebagai ruang pembelajaran yang terbuka bagi masyarakat luas. Dengan adanya perpustakaan, jamaah tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga dapat memperdalam wawasan keislaman serta mengakses berbagai referensi ilmiah.
Perpustakaan Masjid IKN nantinya akan menyediakan berbagai koleksi bacaan, mulai dari literatur keislaman, buku referensi ilmiah, hingga mushaf Al-Qur’an. Fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi ruang dialog intelektual yang inklusif bagi masyarakat yang ingin memperluas pengetahuan keagamaan dan meningkatkan literasi.
Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam, Nur Rahmawati, menyampaikan bahwa rencana pembangunan perpustakaan Masjid IKN telah dibahas bersama Perpusnas melalui forum diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD). Kegiatan tersebut menjadi tahap awal dalam proses pendampingan teknis guna mempersiapkan berbagai kebutuhan dasar perpustakaan.
Dalam forum tersebut, Kementerian Agama menyampaikan sejumlah kebutuhan awal, seperti rekomendasi furnitur perpustakaan, daftar koleksi buku yang relevan, serta dukungan pengadaan sekitar 1.000 mushaf Al-Qur’an yang akan digunakan untuk mendukung aktivitas keagamaan di Masjid IKN.
Perpusnas selanjutnya akan membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pendampingan dalam proses pendirian perpustakaan tersebut. Tim tersebut akan bekerja sama dengan Kementerian Agama dan OIKN untuk menyiapkan berbagai aspek penting, mulai dari kelembagaan, sistem pengelolaan koleksi, hingga sarana dan prasarana perpustakaan.
Tahapan berikutnya adalah menunggu penerbitan surat keputusan resmi terkait pembentukan perpustakaan beserta struktur pengelolanya. Keputusan tersebut akan ditetapkan oleh OIKN bersama Kementerian Agama sebagai dasar hukum operasional perpustakaan di Masjid IKN.
Selain itu, Perpusnas juga berencana melibatkan dinas perpustakaan daerah dalam proses pengembangan fasilitas tersebut. Dinas Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur, serta dinas perpustakaan di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, akan dilibatkan untuk memperkuat ekosistem literasi di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara.
Dari sisi infrastruktur, ruang perpustakaan di Masjid IKN sebenarnya sudah tersedia dan sebagian furnitur dasar telah disiapkan. Namun, OIKN saat ini masih memprioritaskan penyediaan fasilitas utama untuk mendukung kegiatan Ramadan 2026 sehingga pengembangan perpustakaan dilakukan secara bertahap.
Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpusnas RI, Nani Suryani, menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung penuh pendirian perpustakaan di Masjid IKN. Pendampingan akan dilakukan sejak tahap perencanaan hingga penguatan sistem pengelolaan agar perpustakaan dapat berfungsi optimal sebagai pusat literasi masyarakat.
Ke depan, keberadaan perpustakaan di Masjid IKN diharapkan mampu menjadi simbol penguatan budaya literasi di ibu kota baru Indonesia. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang belajar yang terbuka bagi berbagai kalangan.
Dengan dukungan berbagai pihak, Masjid IKN berpotensi berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus intelektual di kawasan Ibu Kota Nusantara. Kehadiran perpustakaan tersebut diharapkan mampu memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat. (*)











