Balikpapan Geger, Pria Dibunuh Kerabat Sendiri di TPU
Kaltimdaily.com, Balikpapan – Kasus pembunuhan di Balikpapan lagi bikin heboh warga. Seorang pria muda berinisial AFH ditemukan tewas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Penegak, Balikpapan Selatan. Pelakunya ternyata GSA (25), yang nggak lain masih kerabat korban sendiri. Polisi berhasil meringkus GSA setelah ia sempat kabur ke wilayah Balikpapan Timur.
Kejadian tragis itu terjadi Selasa (19/8/2025). Dari hasil penyelidikan, GSA menusuk AFH pakai pisau karambit yang selalu ia simpan di jok motor. Usai melakukan aksinya, dia langsung melarikan diri seorang diri. Polisi memastikan kalau pembunuhan ini dilakukan tanpa bantuan orang lain.
Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Iskandar SH, bilang kalau pisau itu bukan sengaja dibawa buat ngincar korban. Menurut pengakuan GSA, karambit itu emang selalu ia bawa, bahkan saat kerja. “Pisau itu memang selalu dibawa. Ditaruh di dalam jok motornya,” ungkap Iskandar, Jumat (29/8/2025).
Sehari-hari, GSA dikenal sebagai karyawan di sebuah mini market besar di Balikpapan. Dia kerja sebagai distributor logistik, nganter barang dari gudang ke berbagai cabang toko. Tapi nasibnya berubah drastis setelah perselisihan pribadinya dengan AFH malah berakhir tragis.
AFH ditemukan tak bernyawa di area pemakaman dengan luka tikaman dan bacokan. Korban kehilangan banyak darah hingga akhirnya tewas di lokasi kejadian. Walaupun GSA mengaku tindakannya dilakukan karena duel, polisi masih menelusuri motif sebenarnya. Diduga ada konflik lama yang jadi pemicu hingga perkelahian itu berubah jadi aksi kejam.
Sekarang, GSA harus siap jalani proses hukum berat akibat perbuatannya. Sementara itu, keluarga korban masih dirundung duka mendalam. Kejadian ini jadi peringatan nyata bahwa masalah pribadi bisa berujung maut kalau nggak diselesaikan dengan kepala dingin.
Banyak warga Balikpapan ikut prihatin dengan kasus ini. Mereka berharap polisi bisa mengungkap motif sebenarnya supaya jelas apa yang melatarbelakangi tragedi tersebut. Selain itu, masyarakat juga mengingatkan pentingnya mengelola emosi agar konflik kecil nggak berubah jadi peristiwa berdarah.
Kasus pembunuhan di TPU Balikpapan ini bukan cuma bikin geger, tapi juga jadi pelajaran penting. Kedepannya, semua pihak diharapkan bisa lebih tenang dalam menghadapi masalah pribadi. Jangan sampai ada lagi nyawa melayang sia-sia hanya karena pertengkaran yang sebenarnya bisa diredam sejak awal. (*)











