IKN

Pembangunan Gereja Santo Fransiskus di IKN Tuntas, Tinggal Finalisasi Interior

Avatar
1039
Gereja di IKN. Ft by ist

Kaltimdaily.com, IKN – Pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius di kawasan IKN resmi dinyatakan rampung secara fisik. Rumah ibadah umat Katolik ini berdiri berdampingan dengan Masjid Negara di kawasan IKN, mencerminkan komitmen kuat terhadap nilai toleransi antarumat beragama dalam pengembangan ibu kota baru.

Gereja yang dibangun di kawasan strategis IKN tersebut memiliki kapasitas besar, yakni mampu menampung sekitar 1.600 jemaat. Kehadirannya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan peribadatan umat Katolik sekaligus menjadi simbol keberagaman di lingkungan ibu kota negara yang baru.

Saat ini, tahapan pembangunan di IKN telah memasuki fase penyempurnaan interior. Fokus pekerjaan meliputi pengadaan furnitur serta perlengkapan liturgi agar gereja dapat segera digunakan secara optimal untuk kegiatan keagamaan.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menyampaikan bahwa proses akhir ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Dengan demikian, gereja tersebut dapat segera dibuka dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Di sisi lain, penggunaan istilah “basilika” yang sempat disematkan pada proyek gereja di IKN tersebut bukan merupakan penetapan resmi dalam struktur Gereja Katolik. Istilah tersebut hanya digunakan dalam dokumen kontrak sebagai identifikasi proyek pembangunan.

Status basilika untuk Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN masih dalam tahap pengajuan dan belum mendapatkan persetujuan dari Takhta Suci Vatikan. Proses ini memerlukan tahapan khusus sesuai ketentuan Gereja Katolik internasional.

Direktur Urusan Agama Katolik Ditjen Bimas Katolik, Salman Habeahan, menjelaskan bahwa pengajuan status basilika telah didukung oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) melalui surat resmi yang diterbitkan pada Juli 2024.

Secara prosedural, pengajuan tersebut dilakukan oleh uskup setempat, yakni Uskup Agung Samarinda, sebelum kemudian diajukan ke Vatikan. Pihak Takhta Suci akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek, termasuk nilai sejarah, fungsi pastoral, serta peran spiritual gereja di kawasan IKN.

Keberadaan gereja ini di IKN diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memperkuat identitas kota sebagai ruang yang inklusif bagi seluruh pemeluk agama. Pembangunan rumah ibadah yang berdampingan menjadi simbol nyata harmoni yang ingin diwujudkan.

Selain itu, fasilitas keagamaan di IKN juga dirancang untuk mendukung kehidupan sosial masyarakat yang beragam. Kehadiran gereja ini melengkapi infrastruktur spiritual yang dibangun secara seimbang di ibu kota baru.

Dengan rampungnya pembangunan ini, IKN semakin menunjukkan kesiapan sebagai pusat pemerintahan yang tidak hanya modern secara fisik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai keberagaman dan toleransi.

Ke depan, diharapkan seluruh fasilitas yang telah dibangun di IKN dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun harmoni di tengah perbedaan. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version