FokusSports / Gaming

Kontroversi AFC: Indonesia Protes Penunjukan Wasit Asal Kuwait

Avatar
1212
AFC. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Bola – Menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran keempat, kontroversi kembali menyelimuti persiapan timnas Indonesia.

Ajang yang akan digelar di Arab Saudi pada Oktober 2025 tersebut mendapat sorotan setelah AFC menunjuk wasit asal Kuwait untuk memimpin laga yang melibatkan skuad Garuda.

Keputusan ini langsung menuai kritik karena Indonesia berada satu grup dengan dua tim asal Timur Tengah, yakni Irak dan Arab Saudi, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi konflik kepentingan.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap keputusan tersebut. Menurutnya, penunjukan wasit dari negara yang masih berada dalam lingkup regional yang sama jelas tidak adil bagi Indonesia.

“Sekjen kemarin sudah mengirim surat resmi juga ke FIFA, dan saya juga akan mengirimkan surat resmi ke AFC mengenai penunjukan wasit sekarang,” ujar Erick Thohir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Ia menekankan pentingnya netralitas wasit dalam menjaga keadilan kompetisi.

Kekhawatiran Erick Thohir tidak lepas dari pengalaman pahit di masa lalu. Indonesia pernah dirugikan saat menghadapi Bahrain di putaran ketiga kualifikasi, ketika wasit asal Oman, Ahmed Al-Kaf, memberikan tambahan waktu yang berlebihan hingga berujung kekalahan menyakitkan. Peristiwa tersebut masih membekas dan menjadi alasan kuat bagi Indonesia untuk menuntut AFC lebih berhati-hati dalam menentukan wasit.

Selain masalah penunjukan wasit, polemik juga terjadi dalam penentuan lokasi pertandingan. Semula AFC berencana menggunakan venue netral, namun kemudian berubah dengan membuka proses bidding sebelum akhirnya menetapkan Arab Saudi sebagai tuan rumah.

Keputusan itu memicu protes dari Irak, sementara bagi Indonesia menjadi kerugian besar karena harus bermain di wilayah yang dekat dengan pesaing utama.

Kecurigaan semakin mencuat setelah Kuwait membatalkan agenda uji coba melawan Indonesia. Padahal pertandingan tersebut sangat penting untuk membaca kekuatan lawan sekaligus mematangkan strategi tim. Erick Thohir pun menekankan agar AFC mempertimbangkan ulang keputusan terkait penunjukan wasit, serta menunjuk pengadil dari negara yang benar-benar netral, seperti Jepang, Australia, Tiongkok, atau bahkan Eropa.

Dengan kondisi ini, perjuangan timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 semakin berat. Dari grup yang hanya dihuni tiga negara, hanya juara grup yang berhak lolos otomatis ke putaran final. Artinya, selain menghadapi kekuatan lawan, Indonesia juga harus mengantisipasi potensi kendala teknis yang bisa memengaruhi hasil pertandingan.

Di tengah dinamika tersebut, dukungan publik menjadi faktor penting. Erick Thohir berharap masyarakat Indonesia tetap memberikan semangat penuh kepada tim Garuda agar para pemain tidak goyah menghadapi tekanan. Menurutnya, semangat persatuan akan menjadi energi tambahan dalam menghadapi tantangan yang ada.

Jika AFC mampu merespons protes ini dengan bijak, keputusan yang lebih adil bukan tidak mungkin bisa tercapai. Namun apabila tuntutan Indonesia diabaikan, sorotan internasional akan semakin besar dan kredibilitas AFC sebagai badan sepak bola Asia juga akan dipertanyakan. Situasi ini bisa menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan posisi tegasnya dalam kancah sepak bola dunia. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version