ADVDPRD SamarindaSamarinda

Komisi IV DPRD Samarinda Tinjau Sekolah, Infrastruktur Mengkhawatirkan!

Avatar
1108
Komisi IV DPRD Samarinda saat meninjau sekolah di Samarinda. Ft by Yana

Kaltimdaily.com, Samarinda – Komisi IV DPRD Kota Samarinda turun langsung ngecek kondisi beberapa sekolah yang berdiri di area rawan longsor, Kamis (7/8/2025).

Sekolah-sekolah yang disambangi di antaranya SMPN 27, SDN 020, dan SDN 019 Samarinda.

Kunjungan ini dipimpin langsung sama Ketua Komisi IV, Mohammad Novan Syahronny Pasie, bareng anggota komisi lainnya.

Gak cuma itu, dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda juga ikutan hadir buat ngelihat langsung kondisi lapangan.

Novan gak basa-basi. Dia bilang kondisi fisik sekolah-sekolah itu udah parah banget dan butuh penanganan serius secepatnya.

Bangunannya udah tua dan berdiri di tanah yang labil, yang otomatis jadi ancaman nyata buat keselamatan para siswa dan guru.

“Ini bukan lagi soal nunggu-nunggu administrasi atau rencana doang. Ini soal nyawa anak-anak kita. Kalau pusat belum bergerak, Pemkot harus segera ambil tindakan,” tegas Novan abis pantau lokasi.

Salah satu yang disorot tajam adalah SDN 019. Sekolah ini udah berdiri sejak 1983 dan sekarang nampung sekitar 161 siswa dari kelas 1 sampai 6.

Tapi selama puluhan tahun, belum pernah dapet renovasi besar. Alhasil, kenyamanan belajar pun jadi taruhannya.

Novan juga bilang kalau pihaknya bakal dorong adanya kajian teknis dan pembuatan Detail Engineering Design (DED).

Soalnya kontur tanah yang rawan gak bisa disamain dengan lokasi biasa, jadi struktur bangunannya harus punya perhitungan khusus biar tetap aman.

Gak cuma rencana jangka panjang, Komisi IV DPRD Samarinda juga minta ada langkah cepat buat perbaikan ringan.

Atap bocor, tembok retak, atau pohon dari lahan tetangga yang bisa jatuh ke area sekolah harus segera ditangani. Dana BOSDA atau BOSNAS bisa dipakai buat itu.

“Jangan nunggu jatuh korban. Kalau ada pohon yang rawan tumbang, ya segera koordinasi sama pemilik lahan atau RT. Hal kecil kayak gini jangan disepelekan,” lanjut Novan.

Selain itu, DPRD Samarinda juga nemuin ada ketidaksesuaian data antara fasilitas sekolah dan yang tercatat di sistem Dapodik.

Misalnya, toilet udah ada secara fisik, tapi belum masuk sistem. Hal ini bisa ngaruh ke penilaian kelayakan sekolah.

“Data fasilitas pendidikan harus update. Kalau enggak, sekolah bisa dinilai gak layak padahal fasilitasnya udah ada,” jelasnya lagi.

Masalah lain yang juga disorot Novan adalah lemahnya koordinasi antara pemerintah kota dan pusat.

Ia minta proses komunikasi lintas instansi jangan lagi bertele-tele. Kalau pusat bisa bantu, silakan. Tapi kalau enggak, Pemkot harus siap bergerak.

“Kita bakal kirim surat ke kementerian. Kalau pusat turun tangan, bagus. Tapi kalau enggak, kita gak bisa terus nunggu. Harus segera ambil sikap,” tutup Novan.

Langkah sigap Komisi IV DPRD Samarinda ini jadi sinyal kuat bahwa masalah pendidikan, khususnya soal keselamatan siswa, gak bisa ditunda-tunda lagi.

DPRD pengin semua pihak, baik pemkot maupun pusat, duduk bareng dan fokus cari solusi konkret.

Harapannya, bukan cuma sekolah-sekolah yang ditinjau hari ini aja yang dapat perhatian, tapi semua fasilitas pendidikan di Samarinda bisa dicek secara menyeluruh.

Supaya anak-anak bisa belajar dengan aman, nyaman, dan masa depan pendidikan Samarinda makin cerah! (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version