ADVDPRD SamarindaKaltimSamarinda

Izin Gereja Toraja Tersendat, DPRD Samarinda Siap Turun Tangan!

Avatar
1446

Kaltimdaily.com, Samarinda – Umat Protestan di Sungai Kledang lagi curhat soal ribetnya ngurus izin pembangunan Gereja Toraja. Padahal mereka udah kantongin rekomendasi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tapi sampai sekarang Kementerian Agama (Kemenag) belum juga kasih lampu hijau.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, bilang kalau pendirian rumah ibadah emang punya prosedur yang harus dipenuhi. Salah satunya, butuh persetujuan warga sekitar dan syarat administratif lainnya.

“Walaupun udah dapet rekomendasi FKUB, itu belum jadi akhir. Masih ada tahapan lanjutan yang harus diselesaikan, terutama persetujuan lingkungan,” kata Novan, Senin (10/3/2025).

Novan curiga, salah satu alasan Kemenag belum kasih izin mungkin karena ada persyaratan yang belum klop, terutama soal dampak lingkungan. Karena itu, dia usul biar semua pihak duduk bareng buat cari solusi.

DPRD Samarinda juga siap banget fasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) kalau umat Protestan mau ngajuin. “Kami di DPRD insya Allah terbuka lebar. Biar semua jelas, nggak ada kesan dipersulit,” tegas Novan.

Umat di Sungai Kledang ngeluh kalau proses perizinan ini berbelit-belit. Padahal mereka udah punya rekomendasi sejak September 2024 dan seharusnya izin keluar dalam 30 hari. Tapi sampai sekarang, mereka masih bolak-balik instansi tanpa kepastian.

Novan juga ingetin kalau negara ini menjamin kebebasan beragama. “Selama syarat administratif dan kaidah lingkungan terpenuhi, nggak ada alasan buat memperlambat izin. Melalui RDP, kita bakal cari titik terang biar semua pihak dapet keadilan,” pungkas Novan.

Warga Sungai Kledang berharap masalah ini cepet kelar. Mereka pengen rumah ibadah yang layak buat beribadah tanpa drama birokrasi. DPRD pun diminta serius buat ngawal kasus ini sampai tuntas. (ADV/DPRDSMR/YN)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version