Kaltimdaily.com, IKN – Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menunjukkan potensi besar sebagai pusat perhatian di akhir tahun 2025. Selama periode libur Natal dan Tahun Baru, kawasan Pusat Pemerintahan Inti (KIPP) IKN tercatat menerima lonjakan pengunjung yang signifikan. Sekitar 37.000 orang mengunjungi kawasan ini, dengan lebih dari 10.000 kendaraan bergerak menuju lokasi dalam waktu singkat.
Alimuddin, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, menyatakan bahwa tingginya jumlah kunjungan ini mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kemajuan IKN. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat tertarik dengan perkembangan IKN, yang sedang dipersiapkan sebagai ibu kota baru Indonesia,” ujar Alimuddin.
Menurut Alimuddin, lonjakan pengunjung ini disebabkan oleh momentum liburan akhir tahun yang dimanfaatkan banyak orang untuk melakukan kunjungan edukatif. Mereka ingin melihat langsung proyek ambisius IKN, yang diproyeksikan menjadi pusat peradaban dan kemajuan Indonesia di masa depan.
Selain itu, tingginya pergerakan kendaraan juga menunjukkan bahwa aksesibilitas ke IKN semakin terbuka. Tidak hanya menarik minat pengunjung dari wilayah Kalimantan Timur, namun juga dari berbagai daerah di Indonesia yang semakin mudah dijangkau.
Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah transformasi IKN yang semakin terlihat sebagai ruang publik yang terbuka dan inklusif. Dokumentasi visual yang beredar menunjukkan suasana IKN yang ramai dengan pengunjung, dengan beberapa titik ikonik seperti Plaza Upacara dan Istana Garuda menjadi pusat perhatian. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan untuk berfoto dan membuat konten digital di lokasi-lokasi ini.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, juga terlibat langsung menemui para pengunjung, memberikan kesan kedekatan dan kehangatan antara pengelola dengan masyarakat. Kehadirannya memperlihatkan bahwa IKN bukan hanya proyek pemerintah, tetapi juga milik rakyat.
Meski volume kendaraan yang cukup tinggi, pengelolaan parkir yang teratur di area parkir bertingkat dan jalan utama menunjukkan bahwa infrastruktur IKN sudah siap melayani arus pengunjung. Jalur pejalan kaki yang lebar dan nyaman juga memberikan pengalaman urban yang menyenangkan bagi ribuan orang yang mengunjungi kawasan tersebut.
Selain itu, hadirnya pusat komersial seperti Mixue dan Excelso yang ramai pengunjung menandakan adanya geliat ekonomi mikro yang berkembang pesat di sekitar KIPP. Fenomena ini menunjukkan bahwa IKN bukan hanya berfokus pada pemerintahan, tetapi juga sudah mulai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pada malam hari, suasana di kawasan IKN berubah menjadi tempat rekreasi keluarga. Anak-anak bermain sepatu roda, sementara orang dewasa menikmati udara segar di trotoar yang hijau dan rapi. Hal ini memperlihatkan bahwa IKN semakin diterima sebagai ruang publik yang menyenangkan, bukan hanya sekadar pusat administrasi.
Ke depan, IKN diharapkan bisa terus berkembang menjadi kota yang bukan hanya fungsional sebagai ibu kota pemerintahan, tetapi juga sebuah kota yang hidup, dinamis, dan berkelanjutan. Dengan infrastruktur yang semakin matang dan kegiatan ekonomi yang berkembang, IKN memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kemajuan di Indonesia. (*)











