Kaltimdaily.com, Bola – Persiba Balikpapan harus puas berbagi poin dengan PSIS Semarang setelah bermain imbang 0-0 pada lanjutan pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026, yang digelar di Stadion Batakan pada Minggu malam (1/3/2026). Meski tampil di hadapan pendukung sendiri, tim tuan rumah gagal memaksimalkan peluang untuk meraih kemenangan.
Sejak kick-off, pertandingan berlangsung dengan tempo sedang, dengan kedua tim fokus pada kekuatan pertahanan. Persiba Balikpapan dan PSIS Semarang saling bermain hati-hati dalam membangun serangan, mengakibatkan minimnya peluang berbahaya sepanjang babak pertama. Tidak ada satu pun tembakan yang benar-benar mengancam gawang, sehingga skor tetap 0-0 saat jeda.
Memasuki babak kedua, Persiba Balikpapan meningkatkan agresivitas permainan, terutama setelah tekanan bertubi-tubi yang mereka lancarkan. Pada menit ke-65, Lorensius Amanat Sabda sempat mencetak gol yang mengundang sorak sorai dari pendukung tuan rumah. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit berkonsultasi dengan Video Assistant Referee (VAR), yang menyatakan Lorensius berada dalam posisi offside saat mencetak gol. Keputusan ini memicu protes keras dari pemain dan ofisial Persiba, yang sempat menghentikan laga beberapa saat.
Menjelang akhir pertandingan, PSIS Semarang terpaksa bermain dengan 10 pemain setelah Ibrahim Sanjaya menerima kartu kuning kedua pada menit ke-87. Situasi ini memberikan keuntungan bagi Persiba, yang mencoba memanfaatkan jumlah pemain lebih banyak untuk meningkatkan serangan. Namun, meskipun memiliki lebih banyak peluang di menit-menit akhir dan waktu tambahan selama 11 menit, Persiba gagal mengonversi peluang-peluang tersebut menjadi gol kemenangan.
Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, yang berarti Persiba Balikpapan hanya meraih satu poin dalam pertandingan ini. Dengan hasil imbang ini, Persiba tetap berada di posisi kedelapan klasemen sementara dengan 17 poin, sementara PSIS Semarang berada di posisi kesembilan dengan 16 poin, dan masih terancam di zona play-off degradasi.
Di papan atas klasemen, persaingan semakin ketat menjelang akhir musim. PSS Sleman tetap memimpin dengan 45 poin, sementara Barito Putera berada di posisi kedua dengan 41 poin, mempertahankan persaingan menuju gelar juara yang semakin memanas.
Persiba Balikpapan kini harus segera memperbaiki performa mereka dalam pertandingan mendatang untuk menjaga peluang meraih posisi lebih baik di klasemen, terutama dengan semakin dekatnya fase akhir kompetisi. Tim asuhan Fabio Lefundez harus belajar dari kegagalan untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, serta berusaha lebih efektif dalam menyelesaikan peluang yang ada. (*)











