Kaltimdaily.com, Nasional – Hari Anak Sedunia diperingati setiap 20 November untuk memperingati pengesahan Deklarasi Hak-hak Anak oleh Majelis Umum PBB pada 1959 dan Konvensi Hak-hak Anak pada 1989. Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat global akan pentingnya memperjuangkan hak-hak anak, termasuk hak atas hidup, kesehatan, pendidikan, dan kesempatan untuk bermain.
Dalam peringatan Hari Anak Sedunia 2025, UNICEF mengusung tema global “My Day, My Rights” (Hariku, Hakku). Tema ini menekankan bahwa setiap anak memiliki hak-hak yang harus dihormati dan diperjuangkan, baik yang sudah terpenuhi, yang hilang, atau yang sedang diperjuangkan. Melalui tema ini, diharapkan masyarakat dunia akan lebih mendengarkan suara anak-anak dan mendukung mereka dalam memperjuangkan hak-hak mereka.
Hari Anak Sedunia juga mengingatkan kita tentang pentingnya hak anak untuk tumbuh dalam keluarga yang aman, bebas dari kekerasan, dan bebas dari diskriminasi. Anak-anak juga berhak didengarkan pendapatnya dan mendapatkan perlindungan penuh. Sebagai bagian dari perayaan ini, banyak orang membagikan ucapan Hari Anak Sedunia yang bertujuan untuk menyemangati anak-anak di seluruh dunia.
Beberapa contoh ucapan yang dapat dibagikan antara lain, “Anak yang sehat dan bahagia akan menciptakan dunia yang sehat dan bahagia,” serta “Semoga setiap anak tumbuh di lingkungan yang aman, dicintai, dan dihargai.” Ucapan lain juga mengajak kita untuk merayakan kebahagiaan anak-anak, seperti, “Dunia menjadi lebih cerah ketika anak-anak bahagia dan berkembang.”
Perayaan Hari Anak Sedunia 2025 ini semakin mempertegas betapa pentingnya melindungi dan menjaga hak anak. Selain itu, juga menekankan pentingnya menyediakan lingkungan yang penuh kasih dan dukungan bagi tumbuh kembang mereka. Momen ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk berkomitmen bersama dalam menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih aman bagi anak-anak.
Ke depan, peringatan Hari Anak Sedunia harus menjadi momentum untuk mendorong kebijakan dan langkah konkret yang mendukung hak anak di setiap negara. Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, kita bisa mewujudkan dunia yang lebih adil bagi anak-anak, tempat di mana mereka dapat tumbuh dengan cinta, perhatian, dan kesempatan yang setara. (*)



