Fokus

Gubernur Bobby Tanggapi Viralnya Kayu Gelondongan di Banjir Sumut

Avatar
1380
Kayu Gelondongan yang terbawa banjir di Sumut. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Medan — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, akhirnya menanggapi maraknya video banjir bandang di Sumut yang menunjukkan tumpukan kayu gelondongan terseret arus. Kemunculan material kayu dalam jumlah besar tersebut memicu dugaan publik bahwa bencana kali ini dipengaruhi aktivitas penebangan liar di kawasan hutan.

Saat memberikan keterangan di Lanud Soewondo Medan pada Kamis (27/11), Bobby menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan menelusuri penyebab munculnya kayu-kayu tersebut. Ia menyatakan bahwa verifikasi lapangan perlu dilakukan untuk memastikan apakah benar terdapat aktivitas ilegal yang memperparah dampak banjir. “Kita akan cek lebih dulu terkait banyaknya kayu yang terbawa arus,” ujarnya.

Di tengah berkembangnya isu tersebut, Bobby menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah penyelamatan warga terdampak. Ia menyebut bahwa seluruh sumber daya dikerahkan untuk evakuasi serta penyaluran bantuan logistik, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan lansia. “Prioritas kami adalah evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, jagat media sosial diramaikan oleh video banjir bandang yang menerjang kawasan Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Kota Sibolga. Dalam sejumlah rekaman terlihat batang kayu berukuran besar hanyut terbawa aliran deras, memunculkan kecurigaan bahwa kerusakan di daerah hulu sungai berkontribusi memperparah bencana.

Respons publik pun beragam. Sebagian masyarakat menyoroti lemahnya pengawasan terhadap eksploitasi hutan yang disebut-sebut masih terjadi di wilayah pegunungan Sumatera Utara. Dugaan adanya praktik ilegal logging kembali mencuat, mengingat tingginya risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor akibat rusaknya Daerah Aliran Sungai (DAS).

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan akan menindaklanjuti laporan masyarakat setelah kondisi darurat mereda. Bobby juga mengingatkan warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat memicu banjir susulan di beberapa wilayah Sumut.

Di sisi lain, upaya penanganan bencana terus berlangsung melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, serta relawan. Prioritas saat ini ialah memastikan seluruh warga terdampak telah dievakuasi, bantuan tersalurkan merata, serta jalur distribusi tetap aman untuk dilewati.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah berencana melakukan pemetaan ulang terhadap titik rawan banjir di Sumatera Utara. Evaluasi menyeluruh terkait kondisi hutan dan sungai akan menjadi bagian dari rekomendasi agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang. Pemerintah menegaskan bahwa mitigasi jangka panjang menjadi kunci menekan risiko bencana di wilayah tersebut. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version