Kaltimdaily.com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mulai melakukan penataan menyeluruh terhadap wajah kota dengan menertibkan keberadaan baliho di sejumlah ruas jalan utama. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Bontang untuk menciptakan tata kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa penataan kota tidak hanya berorientasi pada aspek estetika, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan dan kualitas ruang publik. Menurutnya, lingkungan perkotaan yang tertata dengan baik akan berdampak langsung pada kenyamanan dan produktivitas warga Bontang.
Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat puluhan tiang baliho yang berdiri di median jalan serta titik-titik strategis kota. Keberadaan baliho tersebut dinilai mengganggu keindahan kota dan berpotensi membahayakan pengendara. Saat ini, jalur utama dari kawasan Tanjung Laut hingga Tugu Selamat Datang telah dibersihkan dari baliho sehingga memberikan tampilan kota yang lebih lapang dan tertib.
Neni menegaskan bahwa wajah Kota Bontang seharusnya mencerminkan hasil pembangunan dan pelayanan publik, bukan dipenuhi oleh atribut promosi yang berlebihan. Penataan ini juga sejalan dengan kebijakan nasional terkait penataan kota yang aman dan nyaman. Bahkan, Pemkot Bontang telah lebih dulu mengambil langkah konkret sebelum adanya arahan resmi di tingkat nasional.
Selain penertiban baliho, Pemkot Bontang juga memfokuskan perhatian pada penataan kabel utilitas yang selama ini terlihat semrawut dan menggantung di udara. Kondisi tersebut dinilai mengganggu estetika kota serta berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Sebagai solusi, pemerintah mulai menerapkan sistem ducting dengan menanam kabel utilitas di bawah tanah.
Menurut Neni, penataan kabel bawah tanah harus direncanakan secara matang dan terintegrasi antarinstansi. Selama ini, sering terjadi kabel yang sudah dirapikan kembali terganggu akibat galian baru untuk kepentingan lain. Melalui koordinasi lintas sektor sejak tahap perencanaan, persoalan tersebut diharapkan tidak terulang.
Program penataan utilitas ini telah diterapkan di sejumlah kawasan, termasuk area pedestrian di Kota Bontang. Ruang publik tersebut kini tampil lebih rapi dan nyaman, serta dimanfaatkan masyarakat untuk berjalan kaki, berolahraga, dan beraktivitas sosial.
Penertiban baliho dan penataan utilitas ini menjadi langkah awal Pemkot Bontang dalam mewujudkan tata kota yang modern dan berkelanjutan. Pemerintah berkomitmen melanjutkan program serupa di wilayah lain secara bertahap sesuai perencanaan.
Dengan lingkungan kota yang lebih tertata, Pemkot Bontang berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat identitas kota sebagai kawasan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh warganya. (*)











