Kaltimdaily.com, Samarinda– Respons cepat ditunjukkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur dalam menangani gangguan infrastruktur di jalur strategis menuju kawasan wisata Kepulauan Derawan. Langkah sigap ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus mudik Lebaran sekaligus perjalanan wisata masyarakat.

Diketahui, sempat terjadi longsoran yang menutup sebagian badan jalan di salah satu titik ruas menuju Berau. Selain itu, banjir juga merendam akses jalan di kawasan Tanjung Batu, yang merupakan jalur utama menuju destinasi wisata unggulan tersebut.
Namun, berkat penanganan cepat di lapangan, kedua gangguan tersebut tidak berlangsung lama. Material longsoran segera dibersihkan oleh tim, sementara genangan banjir di Tanjung Batu dilaporkan surut dalam waktu relatif singkat.
PPK 2.7 BBPJN Kaltim, Puput Setya Nugroho, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel dan alat berat begitu menerima laporan kejadian di lapangan.

“Kami bergerak cepat begitu mendapat informasi adanya longsoran dan banjir di jalur menuju Derawan. Penanganan dilakukan secara intensif agar akses tidak terganggu terlalu lama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk kejadian banjir di Tanjung Batu, kondisi air berangsur surut dalam waktu sekitar dua hingga tiga jam, sehingga kendaraan sudah dapat kembali melintas secara normal.
“Alhamdulillah, banjir di Tanjung Batu hanya berlangsung singkat, sekitar dua hingga tiga jam sudah surut dan bisa dilewati kendaraan. Sementara untuk longsoran, material langsung kami bersihkan agar tidak menghambat arus lalu lintas,” jelasnya.
Puput menegaskan, kesiapsiagaan tim di lapangan menjadi prioritas, terutama dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran, termasuk lonjakan wisatawan yang hendak menuju Derawan.
“Kami pastikan seluruh jalur tetap dalam kondisi fungsional. Tim siaga kami tempatkan di beberapa titik rawan untuk merespons cepat jika terjadi gangguan, sehingga arus mudik dan wisata tetap lancar dan aman,” tegasnya.
Dengan penanganan cepat tersebut, akses menuju wilayah Berau dan destinasi wisata Kepulauan Derawan kini telah kembali normal dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.(*)



