Kaltimdaily.com, KUTAI TIMUR – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur terus berupaya menjaga kemantapan jalan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Upaya tersebut diwujudkan melalui pekerjaan pasangan batu dengan mortar untuk pembangunan saluran drainase menggunakan skema swakelola padat karya di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.
Pekerjaan yang dilaksanakan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Kalimantan Timur melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 ini memiliki panjang penanganan kurang lebih 500 meter. Lokasinya berada di bahu jalan nasional, tepatnya di area depan bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Muara Wahau.
PPK 2.5 BBPJN Kalimantan Timur, Syafrizal Haris, menyampaikan bahwa pembangunan drainase tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi jalan nasional agar tetap mantap dan mampu menunjang kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antarkabupaten.
“Penanganan drainase menjadi salah satu bagian penting dalam pemeliharaan jalan nasional. Melalui pembangunan saluran pasangan batu dengan mortar ini, kami berupaya mengendalikan aliran air agar tidak menggerus bahu jalan maupun memicu kerusakan pada struktur jalan. Dengan begitu, fungsi jalan nasional sebagai jalur mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat terus terjaga,” ujar Syafrizal.
Menurutnya, pekerjaan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penerapan skema swakelola padat karya.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, kualitas infrastruktur jalan nasional tetap terpelihara, sementara di sisi lain masyarakat setempat memperoleh kesempatan kerja dan tambahan penghasilan selama proses pelaksanaan pekerjaan,” tambahnya.
Pembangunan saluran drainase di depan Kopdes Merah Putih Muara Wahau menjadi langkah strategis dalam mendukung keberadaan fasilitas ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kualitas koridor jalan nasional. Drainase yang tertata dengan baik diharapkan mampu mengalirkan air secara optimal sehingga mengurangi risiko genangan dan kerusakan akibat aliran air yang tidak terkendali.
Selain memperkuat fungsi infrastruktur, penanganan ini juga mendukung kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Terlebih, jalan nasional di kawasan tersebut memiliki peran penting dalam menghubungkan wilayah serta menunjang aktivitas perekonomian dan distribusi barang.
Melalui program padat karya, masyarakat setempat turut memperoleh manfaat langsung dari kegiatan pembangunan. Keterlibatan tenaga kerja lokal diharapkan dapat membantu menggerakkan perekonomian di sekitar lokasi pekerjaan.
BBPJN Kalimantan Timur terus mendorong pemeliharaan jalan nasional yang memperhatikan kualitas konstruksi, keberlanjutan fungsi infrastruktur, serta dampak sosial ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.(*)



