Kaltimdaily.com, Balikpapan – Kebijakan Work From Home (WFH) yang tengah digulirkan pemerintah pusat dipastikan tidak berdampak pada aktivitas pendidikan di Balikpapan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal melalui sistem tatap muka.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menyampaikan bahwa sektor pendidikan tidak termasuk dalam cakupan penerapan WFH. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut hanya ditujukan bagi sebagian layanan pemerintahan dan tidak berlaku untuk sekolah.
Dengan demikian, seluruh proses pembelajaran di Balikpapan tetap berjalan seperti biasa tanpa adanya perubahan metode. Para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar secara langsung di ruang kelas sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Menurut Irfan, rencana penerapan WFH di lingkungan pemerintah daerah masih dalam tahap pembahasan dan bersifat terbatas. Kebijakan tersebut direncanakan hanya berlaku pada hari tertentu, seperti setiap Jumat, dan difokuskan pada instansi pemerintahan.
Disdikbud Balikpapan menilai keputusan untuk tidak menerapkan WFH di sekolah didasarkan pada pertimbangan kualitas pendidikan. Interaksi langsung antara guru dan siswa dinilai masih menjadi metode paling efektif dalam menunjang pemahaman materi pelajaran.
Selain itu, kehadiran siswa di sekolah juga memiliki peran penting dalam membangun interaksi sosial serta menjaga konsistensi pola belajar. Hal ini dinilai sulit sepenuhnya digantikan oleh sistem pembelajaran jarak jauh.
Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balikpapan tetap berjalan tanpa perubahan. Program tersebut terus diberikan kepada siswa sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Meskipun demikian, penerapan WFH secara terbatas tetap diberlakukan di lingkungan kantor dinas sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebijakan pemerintah pusat. Namun, hal ini tidak memengaruhi pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
Secara keseluruhan, Disdikbud Balikpapan memastikan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Sekolah tetap beroperasi normal guna menjaga kualitas pembelajaran dan perkembangan siswa di tengah kebijakan yang berlaku.
Ke depan, Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas sistem pendidikan di tengah berbagai penyesuaian kebijakan nasional. Langkah ini penting agar proses belajar siswa tetap optimal tanpa terganggu perubahan sistem kerja di sektor lain.
Selain itu, sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua diharapkan semakin kuat dalam mendukung keberlangsungan pendidikan di Balikpapan. Dengan kolaborasi yang baik, kualitas pendidikan dapat terus terjaga dan berkembang secara berkelanjutan. (*)











