Kaltimdaily.com, Samarinda – Momen spesial banget buat Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang baru aja dianugerahi penghargaan tertinggi dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan kepeduliannya dalam memajukan Legiun Veteran di Kalimantan Timur.
Acara penyerahan penghargaan digelar meriah di Ballroom Hotel Puri Bumi Senyiur, Senin (11/8/2025) malam, bertepatan dengan peringatan Hari Veteran 2025. Ketua DPD LVRI Kaltim, Letkol (Purn) Sabri, bilang kalau penghargaan ini nggak sembarangan—hanya orang-orang yang bener-bener berkontribusi besar yang bisa dapet.
Menurut Sabri, Andi Harun udah banyak ngasih waktu, tenaga, dan perannya di pemerintahan maupun organisasi buat mendukung para veteran. Bahkan di Kaltim, cuma dua tokoh yang terpilih dapet penghargaan ini: Andi Harun dan HM Jos Soetomo, Pembina Forum Kebangsaan Provinsi Kaltim.
Sabri juga nyampein rasa terima kasih ke Pemkot Samarinda yang selalu support kegiatan LVRI Kaltim, baik dari sisi moral maupun finansial.
Sementara itu, Andi Harun dalam sambutannya bilang kalau penghargaan ini jadi kebanggaan besar dan nggak bakal dilupain seumur hidupnya. Dia juga ngoreksi info yang beredar—ternyata selain dia dan Jos Soetomo, almarhum Awang Faroek juga pernah menerima penghargaan yang sama.
“Buat dapet penghargaan tertinggi dari LVRI itu nggak gampang. Saya bersyukur banget bisa jadi salah satu penerimanya. Semoga saya bisa terus berkontribusi positif untuk pembangunan Samarinda, meneruskan semangat perjuangan para veteran,” ucapnya.
Prestasi ini makin menguatkan posisi Andi Harun sebagai sosok pemimpin yang bukan cuma fokus membangun infrastruktur, tapi juga punya kepedulian tinggi terhadap sejarah dan para pejuang bangsa.
Langkahnya ini diharapkan jadi inspirasi buat generasi muda di Samarinda untuk terus menghargai jasa para veteran dan melanjutkan perjuangan mereka di era sekarang.
Ke depan, Andi Harun berkomitmen bakal lebih banyak melibatkan veteran dalam kegiatan pembangunan kota, supaya nilai-nilai perjuangan bisa tetap hidup di tengah masyarakat. Samarinda pun optimis bisa tumbuh jadi kota maju yang tetap berpegang pada semangat kebangsaan. (*)











